Pentingnya Literasi Ekonomi Didigital
Tidak bisa dipungkiri
bahwa kemajuann teknologi menawarkan alternatif-alternatif baru dalam model
interaksi, baik antar individu maupun masyarakat, termasuk dalam hubungannya
dengan aktivitas perekonomian dan perdagangan. Hal ini memberikan pengaruh
bagi semua sektor dalam kehidupan kita. Baik itu pendidikan, sosial, pertanian
hingga pemerintahan. Mau tidak mau, kita dituntut untuk selalu belajar agar
mampu mengikuti perubahan dan tidak tersingkir dari persaingan.
Apa Itu Ekonomi
Digital
Berdasarkan beberapa
sumber, ekonomi digital bisa diartikan sebagai kegiatan ekonomi yang terjadi
seiring dengan pemanfaatan teknologi digital dan internet. Ekonomi digital bisa
juga disebut dengan nama Ekonomi Internet.
Mungkin istilah ini
masih terdengar asing bagi kita. Tapi pada dasarnya, kita sendiri sudah akrab
dengan berbagai aktivitas ekonomi digital. Sebut saja bisnis online, dropship, e-commerce dan
sebagainya, merupakan model dari implementasi ekonomi digital. Model
perekonomian ini sudah merambah hingga ke seluruh lapisan masyarakat dengan
pertumbuhan yang luar biasa. Contohnya saja, pemerintah Inggris sudah membuat
peraturan terkait ekonomi digital sejak awal 2017. Pemerintah Australia sudah
memulai wacana pembuatan roadmap pengembangan ekonomi digital pada September
2017 dan akan meluncurkan roadmap tersebut ke publik pada paruh pertama tahun
2018.
Bahkan, Thailand
sudah mengubah nama Kementrian Teknologi, Komunikasi, dan Informasi menjadi
Kementrian Masyarakat dan Ekonomi Digital serta memiliki rencana untuk menjadi
pemimpin ekonomi digital skala global dalam 20 tahun mendatang. Kemudian,
bagaimana dengan ekonomi digital di Indonesia?
Kondisi ekonomi
digital di Indonesia sangat memprihatinkan. Dalam IMD World Digital Ranking
2017, Indonesia berada pada peringkat 59 dari 63 negara di seluruh dunia. Ada
tiga komponen penilaian dalam peringkat tersebut, yakni pengetahuan, teknologi,
dan kesiapan menghadapi masa depan. Dari ketiga komponen tersebut, komponen paling
miris adalah komponen kesiapan menghadapi masa depan yang berada di peringkat
62. Artinya, Indonesia dianggap sebagai negara yang paling tidak siap
menghadapi masa depan serba digital.
Kondisi semakin
mengkhawatirkan apabila komponen kesiapan menghadapi masa depan tersebut
ditelaah lebih lanjut, yakni subkomponen sikap adaptif yang menempati peringkat
63 dunia. Artinya, kemampuan Indonesia untuk beradaptasi dengan perkembangan
digital adalah yang terburuk di dunia, termasuk berada di bawah Venezuela yang
sedang dilanda krisis.
Menurut Sri Mulyani, salah
satunya hambatan pengembangan ekonomi RI adalah masih belum meratanya
insfrastruktur dan fasilitas jaringan internet di seluruh Indonesia. Pengembangan
ekonomi digital, bisa menjadi solusi untuk memaksimalkan potensi sumberdaya
manusia atau angkatan kerja yang
tersedia tersebut.
Karena, dengan adanya ekonomi digital, kesempatan penciptaan lapangan usaha baru akan lebih mudah dilakukan. Karena setiap orang bakal mendapat kesempatan yang sama dalam mengakses layanan keuangan dan permodalan tanpa terbatas waktu dan tempat.
Karena, dengan adanya ekonomi digital, kesempatan penciptaan lapangan usaha baru akan lebih mudah dilakukan. Karena setiap orang bakal mendapat kesempatan yang sama dalam mengakses layanan keuangan dan permodalan tanpa terbatas waktu dan tempat.
Manfaat Menyeluruh
Ketika kesiapan teknologi, informasi,
dan komunikasi (TIK) sudah cukup memadai, level selanjutnya yang harus ditempuh
adalah terkait dengan intensitas. Intensitas menunjukkan level penggunaan TIK
di masyarakat dan hal ini berkaitan erat dengan inklusivitas penggunaan TIK.
Artinya, seluruh anggota masyarakat mendapat manfaat dari ekonomi digital.
Di sisi lain, pada level ini,
pembangunan sumber daya manusia menjadi penting karena penggunaan TIK yang baik
akan ditunjang oleh kecakapan masyarakat dalam menggunakan TIK. Oleh karena
itu, tiga hal yang harus dilakukan agar masyarakat mampu menggunakan TIK dengan
baik adalah masyarakat memiliki kesadaran pembelajaran seumur hidup, membuat
fasilitas kesehatan menjadi inklusif bagi seluruh masyarakat, dan mengadakan
program-program peningkatan literasi digital seperti pelatihan kemampuan
digital dan penyediaan konten vokasi dalam jaringan.
Ketiga, ketika semua hal diatas sudah
terjadi, transformasi digital secara utuh akan dirasakan oleh seluruh lapisan
masyarakat. Dalam kondisi ini, penggunaan TIK telah mampu menciptakan dampak
efektivitas dan efisiensi di berbagai sektor kehidupan.
Tentu hal ini menjadi impian kita
bersama dan impian tersebut hanya akan dapat terealisasi dengan kerja
kolaborasi dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil, dengan visi
bersama Digital Indonesia, yakni menjadikan ekonomi digital sebagai sumber
energi baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
#Ecodigi
Komentar
Posting Komentar